Nyatanya Kota Jin Itu Ada

Mohamad Fikri Baid, Mardia Bin Smith

Jurusan Bimbingan Dan Konseling

Kotajin merupakan nama salah satu desa yang terletak di kecamatan Atinggola, kabupaten gorontalo utara. Di desa ini terdapat sebuah gua yang dikenal sebagai gua jin. Tidak ada yang mengetahui asal usul nama kota jin secara pasti. Meski demikian, terdapat cerita yang berkembang di masyarakat bahwa dulunya desa ini dihuni oleh raja jin pantai utara.

  Gua di desa kota jin memiliki kisah mistis dengan keunikan batu alam yang tidak ditemui di daerah lain. masyarakat setempat menyebut batu tersebut dengan istilah “otajin”. Otajin berasal dari bahasa Gorontalo “ota lo jin” yang berarti benteng istana jin. Kesan angker di situs ini semakin kuat dengan adanya pohon beringin raksasa yang tumbuh di antara bebatuan.

Baca Juga :   3 Jenis Nasi Goreng, Menu Untuk Buka Puasa

Di dalam gua, terdapat batu yang mirip singgasana. Batu itu diyakini warga sebagai tempat duduk raja jin. Melalui jalan masuk dari mulut goa, terdapat hamparan luas yang konon menjadi tempat bagi para jin untuk berdzikir. Pada tahun 1880, goa ini pernah menjadi tempat bershalawat bagi para penyebar agama Islam.Hingga kini, orang yang memiliki indera keenam dipercaya dapat mendengar lantunan dzikir dari dalam goa.

Secara geologis, bongkah batu besar ini adalah batu gamping (Batu kapur) yang mengalami proses pelarutan dan membentuk gua sempit. Cukup menguras tenaga untuk masuk ke dalam Gua Jin. Lorong gua yang sempit hanya bisa dilalui satu orang sekali masuk. Pada bagian dalam gua terdapat ruangan kecil dan dua akar pohon beringin yang berdiri kokoh tepat di tengah gua. Itu yang menambah kesan mistis tersendiri. Keunikan lain yang bisa dijumpai di dalam Gua Jin adalah bak penampung air yang terbuat dari bebatuan dan terjadi secara alami.

Baca Juga :   HMI Beri Warning Timsel Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo

Sebelum menjadi perkampungan, dahulu di kawasan tersebut sering terdengar suara pengajian dan adzan yang diyakini bersumber dari gua tersebut. Gua Jin pernah dikunjungi salah satu syekh dari Aceh, yang membenarkan bahwa memang di gua itu adalah istana para jin Islam. Hanya orang-orang yang memiliki kemampuan tertentu yang bisa melihat keberadaan Jin di gua ini.

Terdapat pantangan bagi warga yang ingin masuk ke dalam Gua Jin. Bagi perempuan yang tengah datang bulan dilarang masuk dan untuk pria dianjurkan untuk tidak memakai pakaian berwarna merah.

Konon juga ada warga yang pernah masuk ke dalam goa batu jin tersebut dan menyaksikan langsung betapa megahnya di dalam gua tersebut. Ada juga yang mengatakan bahwa di dalam gua tersebut dijaga oleh ular penunggu, bagi yang mempunyai kesempatan langkah dapat melihat ular tersebut, mereka akan menyaksikan sendiri wujud ular tersebut, Tetapi ular tersebut tidak mengganggu masyarakat setempat dan orang-orang yang berkunjung.

Baca Juga :   Polisi Tetapkan 7 Tersangka Pelaku Penggelapan Barang Disalah Satu Perusahaan Di Gorontalo

Namun, pada saat ini kota jin atau batu jin sudah tidak semenakutkan dulu, karena telah banyak warga yang membangun rumah di sekitar batu jin tersebut.

Terlepas dari sejarah tersebut benar adanya atau tidak, kita harus tetap mempertahankan dan melestarikan budaya yang telah ada sejak jaman nenek moyang kita, karena kota jin merupakan salah satu sejarah yang masih bertahan sampai sekarang di daerah Atinggola.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *